HUKRIM 

Bandar Narkoba Jaringan Depok Libatkan Dua Petugas Lapas.

SURABAYA – Digulungnya peredaran narkoba jaringan Depok oleh Polda Jatim, di duga dalam kendali M.Yamin,(penghuni lapas Depok), selain itu juga melibatkan 2 petugas lapas Depok. Pada Rabu (9/8/2017) diruang sidang Garuda 2, Pengadilan Negeri, Surabaya, Saifullah, M.Yamin,Fery,Dian Susanto  duduk di kursi pesakitan, atas dugaan keterlibatannya dalam peredaran narkoba sedangkan, Daeng yang tertangkap lebih dulu (sebelumnya sudah di sidangkan) kembali dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan agenda bacaan dakwaan.
‌Berdasarkan fakta di persidangan,Saifullah bekas warga binaan di tangkap oleh Jajaran Polda Jatim pada 8 Januari yang lalu, di dakwa oleh Jaksa Penuntut Umum, Welhiana, karena telah melakukan pemufakatan menjadi perantara narkoba jaringan Depok serta menjadi penjaga rumah kontrakan yang sengaja di buat basecamp penyimpanan barang-barang narkoba jenis sabu-sabu sedangkan, ‌Ferry Pandu Wiguna (33) adalah salah satu petugas lapas Depok, di dakwa atas dugaan keterlibatannya menjadi penghubung M.Yamin, (penghuni lapas).
‌   Dari keterangan, M.Yamin, dirinya telah di suruh Cece, (istilah sebutan terhadap kakak) guna mencarikan tempat tinggal kontrakan untuk dijadikan basecamp penyimpanan barang narkoba maka,M.Yamin meminta pertolongan terhadap Saifullah sekaligus menjadi orang kepercayaan untuk menjaga  narkoba di basecamp. Ketika barang narkoba tiba dari kiriman Cece melalui perantara Reza yang menyamar sebagai pembesuk dengan maksud memberi kabar kalau barang narkoba sudah tiba sekaligus penyerahan namun, M.Yamin, menolak sebelum ada pengecek,an barang tersebut.Di hari berikutnya,b arang yang berada dalam tas dititipkan ke rumah Dian Susanto (petugas lapas), kemudian M. Yamin menyuruh Saifullah mengambil timbangan elektrik sekaligus mengambil tas yang berisi narkoba di rumah Dian Susanto.
‌Uniknya dalam kasus perkara ini, Daeng juga datang mengirim barang narkoba melalui jasa Ferry (penjaga lapas) sebagai penghubung dan pemberi informasi kedatangan Daeng sampai ke telinga M. Yamin. Entah siapa otak ritme alur peredaran narkoba jaringan Depok sehingga, membuat Ferry larut menjemput guna mengambil tas dari Dian berserta Saifullah.
‌  Keterangan yang sedikit janggal dari para saksi, semakin tampak jelas saat, Daeng memberikan keterangan agak berbeda dengan M.Yamin, serta berbelit-belit terkesan, melindungi Ferry dari jeratan hukuman berat. Keterangan Daeng yang sedikit ganjal dan berbelit-belit tampak, ketika keterangan yang di sampaikannya tidak sama dengan apa yang di sampaikan M. Yamin maupun keterangannya dalam BAP.
‌Jaksa Penuntut Umum,Welhiana, sempat geram, dengan kerap kali mengingatkan Daeng.
‌”Anda jangan mempersulit diri sendiri karena keterangan yang di sampaikan tidak sama dengan yang ada di BAP”, ujarnya. ‌Akankah peredaran narkoba jaringan
‌ Depok yang melibatkan Ferry (petugas lapas) yang di duga mengatur semua peredaran di Lapas Depok akan semakin jelas dan terbukti?.  (MET)

 

Related posts

Leave a Comment