Hukrim 

Akibat Melawan Arus Jalan, Kurniawan Raharjo Tabrak Motor Hingga Tewaskan Pengendara

SURABAYA – Sidang kasus kecelakaan agenda kesaksian, pada Selasa (1/8/17) di gelar oleh Pengadilan Negeri Surabaya sekitar pukul 14.30.
Welly,selaku Jaksa penuntut umum, dalam perkara ini,menghadirkan Yoyon.SH, di persidangan sebagai saksi dari jajaran kepolisian Polrestabes, Surabaya, sekaligus yang menangkap pelaku pelanggaran lalu-lintas yang mengakibatkan meninggalnya Wahyu Sugiarto (pengendara motor). Di depan Majelis Hakim, Yoyon, SH, memberikan keterangannya,kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang terjadi pada Jumat, 28/4/2017,  sekitar pukul:05.00 pagi, Kurniawan Raharjo,di duga usai pesta miras di salah satu cafe di Surabaya, pelaku hendak pulang  mengemudikan mobil jenis Avanza dengan nopol S 1715 BG dari Grand City,Surabaya, melintasi jembatan layang dari arah barat tepat di ujung jembatan, mobil Avanza berbelok ke kiri melintasi jalan Gubeng sesampai depan depo kereta api (gudang PT.KAI) Kurniawan Raharjo mengemudikan mobilnya tidak mengikuti arus jalan belok ke kanan melainkan,malah belok ke kiri (melawan arus). Entah apa yang ada di pikiran pengemudi, mobil Avanza melaju begitu saja dengan kecepatan 60km/jam melawan sistem arus lalu-lintas yang sudah tercipta hingga ke jalan DR.Moestopo (depan Gedung PDAM) Surabaya,tiba-tiba terdengar suara braak mobil Avanza menabrak motor Mio yang di kendarai Wahyu Sugiarto.

Dari hasil keterangan di lapangan, motor Mio sempat terseret mobil Avanza beberapa meter, sedangkan korban oleh warga di larikan ke RS terdekat, selang beberapa jam kemudian Korban menghembuskan nafas di RS.  Yoyon, SH, saat itu, sedang berdinas mendapati laporan warga, langsung melakukan pengejaran terhadap pengemudi mobil Avanza.Saat di amankan, Kurniawan Raharjo, tidak bisa memungkiri perbuatannya kemudian di lakukan proses hukum guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Atas peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, maka Kurniawan Raharjo di dudukan di kursi pesakitan, Pengadilan Negeri, Surabaya.

Di hadapan Majelis Hakim, Kurniawan Raharjo, menyatakan, penyesalan atas perbuatannya dan fakta di persidangan pelaku tabrak telah membantu biaya perawatan korban sebesar Rp.32.000.000 di tambah biaya pemakaman korban sebesar Rp.5.000.000, serta santunan kepada keluarga korban sebesar Rp.50.000.000.
Majelis hakim mendengarkan keterangan, Kurniawan Raharjo, yang menyesali perbuatannya mengganggap pernyataan pelaku tabrak lari bisa meringankan sedangkan, yang memberatkan Kurniawan Raharjo berniat melarikan diri dengan dalih takut di keroyok massa.
Perbuatan Kurniawan Raharjo, dapat diancam pidana dalam pasal 310 ayat 4, Undang Undang RI. No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.  (MET)

 

Related posts

Leave a Comment