Jendela 

BAKSO KIKIL OSIN NIKMATTTTTT………..

SURABAYA – Kalau kita ngomong masalah kuliner Bakso kita ingat Bakso Osin. Mulanya, Osin, sang pendiri Bakso Cak Edy berjualan tahun 1996. Kala itu masih berupa rombong yang dijajakan keliling, dari gang ke gang, kampung ke kampung. Baru di tahun 2003, berjualan di rumah yang difungsikan sekaligus sebagai dapur hingga kini. Bertempat tepatnya di Jalan Simo Gunung Barat Tol, gang 2 nomer 71.
Setiap hari tak kurang dari 200 mangkok ludes diborong pembeli. Bahkan, di hari-hari libur pengunjung malah meluber. Tak kenal kata tutup, Bakso Cak Edy buka tiap hari meskipun saat lebaran. “Kita ini tutup kalau pas pingin libur aja”, demikian Cak Edy si empunya bakso menjelaskan. Bicara soal harga, rupiah yang harus dikocek pun tak besar. Harga per porsinya Rp. 20.000 untuk bakso kikil, berisi satu bakso berukuran cukup jumbo dan kikil yang enak empuk tumpah ruah. Sedangkan untuk bakso biasa dibanderol Rp. 10.000 dengan isian bakso, goreng, siomay, dan tahu. Dinikmati bersama segelas es jeruk, bikin makan bakso jadi kian lezat khidmat.
Bisa bertahan dari 1996 hingga sekarang, resep rahasianya ada di tangan pengunjung. Kalo pelanggan meminta apa, segera dipenuhi. “Sebisa mungkin kita tidak menolak pelanggan, pelanggan pingin beli kikilnya aja tidak apa-apa. Mau beli sama baksonya juga boleh. Beli 10ribu juga kita layani”, jelas Cak Edy. Agar mutu tetap terjaga, cak Edy turun tangan langsung mulai dari belanja bahan hingga jadi kasir. Bila datang ke Bakso Cak Edy, jangan lupa untuk bertegur sapa dengan sang juragan yang stand by di meja kasir.
Sedangkan untuk rahasia kelezatan kikilnya ada di cara mengolahnya, sebelum direbus, kikil sapi terlebih dahulu direndam menggunakan air cucian beras agar baunya hilang. “Baru setelah direbus, matang, dan empuk, bumbu rahasianya masukkan”. Cak Edy memberi hadiah kepada siapapun pelanganya “barang siapa yang bisa menghabiskan lima mangkok bakso akan dikasi imbalan Hadiah; pungkasnya. (sam)

Related posts

Leave a Comment