Jendela 

Dibalik Jurus Silat di Panggung Hajatan, Kisah Seorang Jurnalis

SURABAYA – Suasana begitu menegangkan, saat celurit beradu clurit. Sabetan yang dilayangkan oleh lawan berhasil ditangkis oleh Ki Kobar Pamungkas. Itulah adegan dari kesenian bajak atau bandit khas pulau madura yang dibawakan oleh M Sulhan, nama asli dari Ki Kobar Pamungkas, warga Kelurahan Ujung Kecamatan Semampir Surabaya bersama rekan tandingnya di pentas hiburan di sebuah hajatan. Memang pulau Madura merupakan pulau yang penuh dengan beraneka ragam kesenian tradisional. Tidak hanya karapan atau balapan sapi, tetapi ada juga seni perkelahian bajak atau bandit dengan menggunakan senjata celurit khas Madura. Kesenian tradisional bajak atau bandit mulai dikenal di madura sekitar tahun 60 an, dipopulerkan oleh seniman legendaris H. Holil yang dikenal dengan nama Rancap Pintu Gerbang Madura.
“Saya melestarikan kesenian Tradisional bajak ini dengan menggabungkan dengan beberapa group musik dangdut yang ada di Madura Maupun di Daerah – Daerah lainnya” kata seniman bajak M Sulhan, kepada awak media Fajar Nusantara News Kamis (5/7). Sulhan, bersama karibnya Tegar, dan Ribut, serta rombongan Orkes Melayu (OM) seperti Lovina,Permata, New Rafikha,Kharisma Nada, Lavita & Dzafista tidak hanya tampil menghibur di Pulau Madura semata, tetapi sampai ke Pulau Jawa, bahkan luar Jawa. Penampilan Sulhan, di panggung sangatlah berbeda dengan penampilan kesehariannya. Jika di panggung lelaki penghobi karaoke smule itu menjelma menjadi pendekar berwajah sangar berewokan berikat kepala dan selalu memegang clurit.
Namun dikehidupan nyata, kita akan menemukan laki-laki alumni Fakultas Elektronika Instititut Adhi Tama Surabaya (ITATS) ini dengan penampilan rambut panjang diikat rapi kebelakang bak penyanyi dangdut pujaannya Agung Juanda, ”Aktifitas saya sehari-hari adalah anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Surabaya, sedangkan profesi saya seorang Jurnalis dari Media OPSI ” jelas alumni STM Negeri 2 Surabaya ini. Seperti kata pepatah dunia adalah panggung sandiwara, di pentas kita akan menemukan sosok seorang petarung yang bengis, tapi didunia sebenarnya kita akan menjumpai sosok lain yang egaliter dan humanis.
Hampir disetiap kejadian bencana di Surabaya seperti kebakaran, banjir, bahkan bencana bom beberapa waktu yang lalu, Sulhan selalu ada dilokasi dengan seragam biru Tagananya. Sebagai warga negara yang baik, pada saat pilgub Jatim 2018, Sulhan, juga aktif sebagai anggota KPPS 14 dirumahnya Kelurahan Ujung Surabaya. Sosok pria berambut gondrong ini juga bagus untk motifasi bagi para pemuda,bahwa jangan pernah berhenti dalam berbuat sesuatu yang bermanfaat,bagi keluarga,sahabat, Nusa dan Bangsa. Terus berkarya dan jaga seni budaya ujar sulhan pria berambut gondrong. (sul/red)

Related posts

Leave a Comment