OPSI JATIM 

Calon Perumahan BCL Kec. Ngimbang Dibuat Ajang Penipuan

LAMONGAN – Pembangunan calon perumahan BCL (Bumi Citra Lamongan) di buat ajang penipuan yakni tanah milik warga petani Dusun Tanjung Etan Desa Munungrejo Kecamatan Nginbang Kabupaten Lamongan yang beli per meter 250 ribu rupiah, tetepi hanya berupa cek Giro dan di dalam cek lunas namun tidak ada uangnya sama sekali kemudian di minta tanda tak pmilik tanah dan KK(Kartu Keluarga) bahkan surat nikah. Begitu seolah-olah serius sampai-meja di minta bahkan di minta membelikan burung murai batu seharga 10 juta di belikan Kasun Tanjung Etan Supriyono karena akan untung 17 Milyard untuk pribadi sendiri dan makan ya cek lunas tetapi tidak ada uangnya.
Namun warga petani sudah tanda tangan dan tetapi saat ini belum menerima uang sepeserpun sampai saat ini bahkan tanahnya sudah di uruk pedel teapi tanah uruknya belum di bayar juga sama sekali dengan nilai uang sebesar 787 juta kata istri Puji galian c Dusun Keduk dan saat ini banyak orang yang daftar perumahan dengan uang muka 1juta sampai 7juta sudah 130 orang ,katanya sudah habis ganti yang 25 jutaan lalu satu rumah seharga 130 juta ,dan ada korban sudah bayar 130 juta yakni Eko Sriono Dusun Tanjung Kulon di beri hadiah sepeda motor satu dan anaknya akan di jadikan pegawai pengurus di perumahan tersebut. Sebelumnya semua perangkat di kumpulkan terkait penjualan tanah milik warga petani sudah Notaris, membawa mobil 1-5 baris dan ada pembelinya bernama Muis Alfadi yang minta meja tebal dan burung murai batu ,lalu perundingan sampai 2 hari, tetapi anehnya tanpa ada pengukuran dari BPN Lamongan dan sampai saat ini hanya janji ada pembayaran.
Dan seblumnya tanah itu sudah di DP atau uang muka sebesar Rp 3 M sudah 3 tahun lebih 4 bulan bernama Iwan asal Sidoarjo yang telpon seluiernyatidak bisa di hubungi bahkan Iwan menerima uang dari H. Ali Sidoarjo 10 Milyard tetapi yang di bayarkan hanya 3 Milyard oleh Iwan ke Kasun Tanjung Etan Priyono dan kemudian di bayarkan ke pemilik tanah hanya 40 jutaan yang sebanyak 19 orang, namun tanah tersebut sudah ada sertifikat 6 dan hanya SPPT hanya 13 orang ,ini ada yang terbakar sertifikanya langsung di buat kan langsung jadi dan sudah di datangkan tukang ukur dari BPN Lamongan dengan biaya Rp 2,5 juta kata kasun Priyono dan sampai 3 tahun lebih 4 bulan belum jadi ,mungkin jadi satu nama pemiliknya, aneh ketika di tanyakan kebagian pengukuran 3 dari BPN Lamongan pada saat itu sampai 4 kali selalu tidak mau di temui dan alasannya sakit terus. dari mulai tahun 2015 sampai sekarang sudah 3 tahun lebih 4 bulan dan kasun priyono untung besar membeli mobil jeezz seharga 300 juta rupiah dan mobil di sembunyikan di Dusun Kendung Desa Pasar Legi Kecamatan Sambeng. Dan menurut informasi sudah di jual Iwan orang penting di Jakarta yang rumahnya Sidoarjo katanya (TIM)

Related posts

Leave a Comment