OPSI JATIM 

Ketua BPD Kradenan Sebut Tidak Pernah Dilibatkan dalam Kegiatan Desa

BANYUWANGI – Percik permasalahan yang ada di internal desa Kradenan kecamatan Purwoharjo akhir-akhir ini satu persatu mulai bermunculan. Setelah pemancing Rowo Indah resah karena ulah arogansi Yasin selaku kepala dusun Kaliboyo yang mengusir serta melarang mereka memancing. Kemudian disusul para petani juga dibuat kelabakan dengan pungutan 25 ribu perseperempat hektar yang dilakukan oleh Poniman sang Jogotirto dengan dibantu Waluyo kepala dusun Krajan juga Harto sebagai Juru Air.

Kini muncul lagi pernyataan ketidakpuasan Badan Pembina Desa (BPD) yang mengaku tidak pernah diajak rembuk dan dilibatkan disaat pemerintah desa mengadakan kegiatan. Hal itu disampaikan Imam Hanafi selaku Ketua BPD Kradenan melalui salahsatu anggotanya kepada awak media beberapa waktu yang lalu. “Kita jarang sekali diajak rembuk setiap desa mengadakan kegiatan, fungsi kita sepertinya diabaikan oleh pemerintahan desa Kradenan”,ujar anggota BPD yang namanya tidak mau dikorankan itu.

Sedangkan saat hal itu dikonfirmasikan kepada kepala desa Kradenan yang bernama Hadi Suharno juga membenarkan jika pihaknya memang jarang mengundang BPD dengan alasan jika diundang hanya satu dua orang saja yang mau datang. “BPD jika diundang hanya satu dua orang yang mau datang, sekarang kita sedang melakukan penjaringan calon anggota BPD baru dan prosesnya saya serahkan ke sekdes mas”, papar Hadi Suharno melalui pesan singkat diponselnya.”Jadi kalau mau tanya lebih jelasnya silahkan tanya langsung ke sekdes saja”, tambahnya. (TIM)

 

Related posts

Leave a Comment