Hasil dari Penjualan Sabu Untungnya Buat Ke Villa Tretes

PASURUAN – Tanpa malu, Rowi (50) warga Dusun Semambung, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan blak-blakan menceritakan bisnis sabu yang sudah digelutinya sejak satu tahun terakhir. Dia diamankan Satresnarkoba Polres Pasuruan, Kamis (24/5/2018) dinihari. Dia diamankan di rumahnya. Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua poket sabu siap jual dengan berat masing-masing 0,34 gram dan 0,59 gram. Kepada opsinews, pria yang sebenarnya bekerja sebagai tukang bangunan ini mengaku hasil jualan sabu digunakannya untuk senang-senang dan berfoya”.

Rowi mengaku, hasil dari jualan sabu digunakannya untuk memuaskan nafsu birahinya. “Saya gunakan ke Tretes, beli wanita penghibur setiap harinya. Pokoknya, kalau laku satu poket, untungnya langsung saya bawa ke Tretes. Disana, saya sewa villa, wanita dan beli minuman keras. Pokoknya hasilnya itu untuk foya-foya”, kata dia. Dia menjelaskan, sebelum menjadi pengedar, dirinya adalah pengguna sabu aktif. Dia sudah kecanduan dengan sabu. Lama-kelamaan, ia merasa hasil kerjanya tidak sebanding dengan nafsunya untuk membeli sabu.

“Akhirnya saya terima tawaran berjualan sabu-sabu ini”, katanya. Pelan tapi pasti, ia mengaku hasil berjualan sabu ini sangat menjanjikan. Kasat Narkoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono SH. Saat berbincang dengan Rowi, pengedar sabu-sabu. Setiap satu gramnya, ia mengaku bisa mendapatkan untung Rp 600.000-Rp 800.000. Ia membeli satu gram sabu dari temannya di Surabaya seharga Rp 1,2 juta. Selanjutnya, ia pecah dan bungkus menjadi 20 poket. “Satu poket paket hemat saya jual Rp 90.000-Rp 100.000. Pokoknya per gram, kalau laku semua, bisa mendapatkan uang Rp 1,8 – Rp 2 juta”, terangnya. Hasil jualan itu, kata dia, tidak diberikan ke anak dan istrinya.

Ia menganggap uang itu haram jika sampai dimakan anak dan istrinya. Oleh karenanya, ia menggunakan uang haram tersebut untuk melampiaskan nafsu birahinya. “Pokoknya kalau laku dua tiga poket, saya langsung ke Tretes. Nah, anak istri, saya kasih hasil dari menjadi kuli bangunan itu. Uang halal untuk mereka yang di rumah”, imbuhnya. Kasat Narkoba Polres AKP Nanang Sugiyono S.H mengatakan, meski di bulan Ramadan, pihaknya tidak akan mengurangi pemberantasan peredaran narkoba di Pasuruan. “Justru ramadan ini, razia dan pemberantasan penyalahgunaan barang haram ini akan kami tingkatkan. Kami akan terus tangkap para pengedar dan pengguna sabu di Pasuruan”, katanya. Dikatakan dia, pihaknya akan perang memerangi peredaran sabu dan sejenisnya di Pasuruan. Untuk tersangka Rowi, kata dia, yang bersangkutan sudah lama menjadi incaran Polisi. “Begitu kami dengar dia di rumah, langsung kami gerebek dan tangkap yang bersangkutan,” terangnya.  (indra/sodiq)

 

Related posts

Leave a Comment