HUKRIM 

Diduga Oknum Petugas PDAM Melakukan Penjualan Alat Dibawah Tangan, Pihak PDAM Menampik

SURABAYA – Berawal dari pengaduan pelanggan kepada tim investigasi LSM GARAD yang telah menjadi korban pungli diduga dilakukan petugas yang mengaku dari PDAM Surabaya atas pembelian stop kran pada program Meterisasi 2017 dan tanpa disertai kwitansi resmi dari pihak PDAM Surabaya,tim investigasi LSM GARAD yang didampingi Media mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada pihak PDAM Surabaya. “Stop Kran sudah rusak dan wajib diganti yang baru dengan harga Rp 200.000”, ujar Nano Garad saat menirukan pelanggan saat ditawari oleh oknum petugas yang diduga dari PDAM Surabaya

Dikarenakan tidak adanya anggaran senilai tersebut, pelanggan menawar dengan harga Rp 150.000, petugaspun mengiyakan, namun pelanggan tidak diberikan kwitansi tapi ditulis dibelakang surat keterangan dibelakang surat yang ada logo dari PDAM. Humas PDAM Surabaya saat dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa hal tersebut dianggap bukan pertanggung jawaban dari pihak PDAM Surabaya, “Terima kasih atas informasi yang telah disampaikan kepada kami, ini suatu masukan untuk kami”, ujar Agus selaku Manager Humas PDAM yang baru. Masih Agus, barang tersebut tidak dalam program meterisasi dan petugas kami tidak melanggar ataupun menipu pelanggan, meskipun pelanggan telah menunjukkan beberapa bukti, tapi tanpa kwitansi tetap bukan pertanggung jawaban pihak PDAM, lagian yang mengerjakan atas perbaikan semua itu di tangani oleh Vendor jadi kami juga tidak tau harus cari kemana Vendor ini, tapi mulai sekarang pihak PDAM akan menggunakan Satgas sendiri dari PDAM untuk perbaikan pelayanan kepada pelanggan, urai Agus dalam penjelasannya.

Nano Garad selaku pimpinan LSM GARAD menanggapi permasalahan tersebut, kalau melihat kejadiannya sih pas ada program meterisasi 2017, soalnya kejadian pada bulan November 2017, jadi pihak pelanggan mengira waktu petugas yang diduga dari pihak PDAM Surabaya melakukan pengecekan meteran ya dipersilahkan,soalnya pelanggan juga mengaku tidak pernah melakukan pengaduan kepada pihak PDAM Surabaya, ujar Nano Garad. Masih Nano, entah dari Vendor atau apapun itu namanya, pelanggan jelas tidak tau menahu soal itu, apalagi soal kwitansi, ya pasti gak dikasih lah, kan itu transaksinya diduga tanpa sepengetahuan dari pihak PDAM, ya kalau kayak gini, kami selaku kontrol sosial menduga adanya keteledoran dari pihak PDAM sehingga bisa dimanfaatkan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, hanya dengan memakai atribut atau apapun yang berkenaan dengan PDAM bisa mengelabuhi pelanggan, imbuh Nano Garad.

Seperti yang telah diketahui bersama, program meterisasi PDAM Surabaya Tahun 2017 telah di rilis dengan menargetkan 80 ribu penggantian meteran baru dengan ketentuan usia meteran minimal 5 tahun dengan gratis hingga akhir tahun 2017, stop kran adalah bagian dari meteran itu sendiri, apakah benar bukan termasuk program tersebut.  (fik)

 

Related posts

Leave a Comment