Jendela 

Kisah Terungkapnya Makam yang Tertimbun Selama Ratusan Tahun

MADURA, www.opsinews.com – Kisah ini berasal dari Pulau Garam Madura tepatnya di desa Bunajih, Kec. Labang, Kab. Bangkalan, pada awalnya makam ini terpendam rata dengan tanah serta ada beberapa pohon besar yang meresahkan warga dengan keangkerannya tersebut. Saat tim media OPSI menelusuri di lokasi pohon itu tim bertemu dengan salah satu warga lalu bertanya apakah benar pohon itu bertuah atau berpenghuni, sebut saja namanya M. Djuman (62). Bapak tersebut mengatakan, “Pohon ini dihuni sosok Genderuwo dan wanita hamil mas, jika ada wanita tengah hamil lewat di pinggir pohon itu setelah sampai rumah tiba-tiba perutnya merasakan sakit yang luar biasa bahkan tidak jarang sampai ada yang keguguran”, ujarnya.

Tim Media merasa tertarik dan penasaran ada apa sebenarnya di balik keangkeran pohon tersebut, maka menujulah tim Supranatural OPSI ke lokasi yang di maksud bapak Djuman ini.

Lalu Gus Mahfud selaku praktisi supranatural OPSI melakukan aksi penelusuran di sisi pohon angker ini, disaat pencarian kami sempat di tahan oleh salah seorang warga yang tidak mempercayai kalau di area itu ada yang sakral, orang itu berkata, “Halah mas-mas disini gak ada apa-apa toh paling adanya cuma sarang Jin”, tuturnya. Setelah mendengarkan perkataan orang itu Gus Mahfud semakin antusias mencari dan berusaha semampunya terkait misteri yang ada di lokasi pohon tersebut, lalu Gus Mahfud menunjuk tanah disisi pohon dan menyuruh warga agar menggali tanah tersebut lalu di galilah oleh beberapa warga.

Perkiraan kurang lebih 1 sentengah meter penggalian terhenti dan membuat heran semua Tim serta penduduk kaget melihat sebuah Makam yang ada di dalam penggalian itu. Ternyata penelusuran tim telah membuahkan hasil dan menemukan makam yang terpendam selama ratusan tahun. Makam ini bernama Sayyid Abdul Kahfi, beliau adalah seorang guru yang mengajar dan menyebarkan agama Islam di Madura. Alhasil, sampai sekarang makam ini di keramatkan dan tidak jarang pula penduduk dari daerah lain berdatangan hanya untuk berziarah ke makam tersebut.  (Kkh/khs)

 

Related posts

Leave a Comment