OPSI JATIM 

Martabat, Panwaskab Sampang Sangat Diragukan

SAMPANG – www.opsinews.com –Terciptanya Pilkada yang bersih dan damai merupakan keinginan kita bersama. Namun, Sangat disayangkan dan prihatin melihat kinerja Panwaskab Sampang dalam mengawal pemilu 2018 diduga tidak berani bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang telah nyata dan terindikasi melakukan pelanggaran. Hal itu disampaikan Ketua Forum Gardu Demokrasi (FGD) Divisi Hukum dan Politik, Abdul Aziz Agus Priyanto, mengungkapkan keraguan terhadap kinerja dan konsistensi Panwaskab Sampang dalam mengawal dan menghasilkan pemilu yang berintegritas, kendati demikian disebabkan karena adanya pembiaran pada salah satu Paslon yang memanfaatkan fasilitas negara seperti rumah dinas (Rumdis), yang berlokasi di Jalan Durian Kota Sampang.

“Selain itu, pengawasan yang tidak maksimal terhadap proses DPSHP yang amburadul karena masih banyak dikeluhkan warga pada beberapa desa yang tidak tersentuh oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), kinerja KPU juga diragukan,” ujar Abdul Aziz, Senin (09/04/2018). Tak hanya itu, asas profesionalisme dan keadilan oleh stakeholder penyelenggara pemilu rupanya belum sepenuhnya menjadi pegangan. “Kinerja Panwaskab selama ini dalam pengamatan selalu menunggu Dumasy pengaduan masyarakat dan tidak memberdayakan serta memacu kinerja jajaran Panwas dibawahnya untuk mengawal proses tahapan pemilu,” tandasnya. Mengenai Rumdis, mantan komisioner KPU Kabupaten Sampang ini menyatakan tak perlu diperdebatkan. Sebab, yang bersangkutan sudah bukan ASN lagi sehingga lebih eloknya meninggalkan fasilitas negara dan tidak perlu dijadikan pertemuan yang bersifat politis dalam rangka kemenangan, karena itu sudah jelas diatur secara tekhnis dalam PKPU NO. 4/2017 pasal 63 (3) huruf a tentang kampanye calon.

“Pasca ditetapkan sebagai Paslon (12/03/2018) yang bersangkutan harus menanggalkan fasilitas negara baik mobil, Rumdis, maupun fasilitas yang lain, agar jadi cermin dan teladan sebagai calon pemimpin ke depannya. Stakeholder penyelenggara Pemilu dan Pj Bupati dipertaruhkan dalam mengawal proses suksesi di Sampang Madura,” tuntasnya. Sementara Ketua Panwaskab Sampang, Juhari saat dikonfirmasi belum berkenan memberikan tanggapan, “Meski beberapa kali dihubungi melalui selulernya ia tidak menjawab, sementara saat dikirimi pesan singkat tidak satupun jawaban muncul dari dirinya meski pesan yang dikirim awak media dibaca oleh yang bersangkutan,” pungkasnya. (Nm)

 

Related posts

Leave a Comment