OPSI JATIM 

Proyek Drainase Diduga Milik Dinas Pariwisata Terkesan Dikerjakan Asal Asalan

BANYUWANGI – Pengerjaan proyek drainase yang ada didusun Kedawung Desa Sraten Kecamatan Cluring dikeluhkan warga karena dianggap asal-asalan. Hal itu dikarenakan proyek yang kabarnya milik Dinas Pariwisata sebagai penunjang ditemukannya situs wisata bersejarah makam Mbah Tawangalun dikerjakan secara manual tanpa molen dan material pasirpun bercampur tanah. Warga menyatakan jika sejak awal dikerjakan tidak tampak adanya mesin molen yang digunakan untuk mengaduk material, para pekerja hanya menggunakan cangkul saja.

“Katanya proyek ini milik dinas Pariwisata mas untuk menunjang situs wisata bersejarah makam mbah Tawangalun”,ujar salahsatu warga yang enggan namanya dikorankan,” Pastinya kita tidak tahu karena memang tidak ada papan nama proyek yang dipasang”,tambahnya. Saat salahsatu pekerja proyek ditanya menyebutkan jika pekerjaan itu milik orang Kaligung dan memang tidak ada molen yang disediakan,”Ya terpaksa kita mencampur dan mengaduk material hanya pakai cangkul mas”, tuturnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi yang bernama Bramudya dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan jika pihaknya malah belum mengetahui adanya proyek drainase di wilayah desa Cluring karena hal itu jadi urusannya Kabid Kebudayaan. “Coba saya tanyakan dulu pada kabid saya mas, nanti saya kabari lagi”, pungkas Bramudya seraya menutup ponselnya.  (Sht)

Related posts

Leave a Comment