Jendela 

Makam Mbah Kambang

SURABAYA – Sebuah makam yang terletak di Kampung Kedung Mangu 6 Surabaya Jawa Timur, adalah sebuah makam yang mana sampai saat ini kisah sebenarnya belum terpecahkan.  Menurut informasi warga setempat menceritakan kisah makam tersebut berbeda-beda, akhirnya Tim Media memutuskan untuk melakukan penelusuran ke lokasi makam yang tepat berada di tengah-tengah pemukiman warga itu. Hasil penelusuran Tim Media di lokasi makam yang mempunyai nama asli ” Syech Sayyid Umar Bin Ja’far “, beliau adalah keturunan Arab dan Tiongkok, beliau datang ke Tanah Jawa pada tahun 1672 M, tujuannya untuk menyebarkan agama Islam.

Beliau ditugaskan oleh gurunya yang bernama “Syech Abdul Qodir Al Mursyidi”, untuk menemui seorang Wali serta memohon arahan dalam menyebarkan agama Islam, dengan di bekali sebuah Tongkat oleh sang guru sebagai petunjuk arah untuk sampai di Tanah Jawa ini. Setelah beliau tiba di tanah Jawa dan menemui Wali tersebut di sisi lain beliau mempunyai 2 orang murid sebagaimana pendamping beliau untuk menyebarkan agama Islam.

Menjelang beberapa tahun menjalankan tugasnya mengajarkan agama Islam dan di antara sebagian orang sudah mengikuti ajaran Islam dari beliau, dan akhirnya beliau wafat kemudian jasadnya di semayamkan di wilayah Kedung Mangu ini. Beliau wafat pada tahun 1689 M jauh sebelum kampung ini ada dan masih di kelilingi rawa, hingga akhirnya makam ini di temukan pada tahun 1896 M oleh salah seorang yang bernama Robert Pharta keturunan orang Belanda. beliau menemukan makam tersebut dalam posisi mengambang di Tengah Rawa. Ajaibnya,  walau hujan deras dan di sertai banjir sedalam apapun, Makam tersebut tetap kokoh Terapung dan tidak pernah bisa tenggelam, maka dari itulah kenapa makam itu di beri julukan nama Makam Keramat Mbah Kambang.  (kkh/chus)

 

Related posts

Leave a Comment