Peristiwa 

Adira Tidak Bisa Menentukan Kebijakan Terhadap Nasabah Masalah Asuransi

SURABAYA – Ahli waris nasabah leasing ADIRA mempertanyakan ketidak akuratan data yang di peroleh dari klaim Asuransi yang di sampaikan pihak ADIRA. Kronologi kejadian kecelakaan itu  berawal dari 6 bulan yang lalu nasabah (Alm. Ibu Hamnah) meninggal karena mengalami kecelakaan, (dibonceng kendaraan), lalu dilaporkan oleh pihak leasing (ADIRA). Setelah dilaporkan ternyata ada penolakan dari asuransi versi leasing ADIRA dengan alasan karena. 1. Pengendara tidak mempunyai SIM. Dan terus dari pihak nasabah mengklarifikasi di pihak Adira ada muncul satu alasan lagi dari pihak Adira nasabah tidak memakai helm. Dengan berjalannya waktu setelah 6 bulan, kami dari pihak nasabah mendatangi lagi ke leasing (ADIRA) tersebut dengan alasan untuk mencari solusi bahwasanya ahli waris sudah tidak mampu lagi untuk meneruskan angsuran.

Dan akhirnya kami dari pihak nasabah (Alm. Ibu Hamnah) memancing mancing pertanyaan tentang asuransi dengan perdebatan yang sangat hebat, kami dari pihak nasabah menanyakan bukti email penolakan asuransi. Dan setelah kami pertanyakan bukti email 6 bulan yang lalu pada awalnya penolakan tersebut dikarnakan pengendara tidak mempunyai SIM. Kemudian pihak ahli waris meminta bukti print out ke pihak ADIRA INSURANCE untuk membuktikan atas penolakan permohonan tersebut. Akan tetapi setelah mendapatkan print out dari pihak ADIRA INSURANCE bukti penolakan itu bukan atas dasar karena SIM, akan tetapi berubah menjadi pengendara tidak bawa helm.

Ternyata setelah diklarifikasi ulang oleh pihak ahli waris katanya Adira Care ternyata bukan, ADIRA Care tidak bisa menentukan kebijakan dalam masalah ansuransi tersebut. Yang jadi keberatan keluarga nasabah, kenapa keputusan 6 bulan yang lalu berbeda dengan sekarang, yang awalnya ditolak karena SIM sekarang kok helm, tutur bapak FAUZAN selaku AHLI WARIS. Disini jelas dugaan keluarga nasabah mengarah bahwa pihak leasing (ADIRA) telah melakukan kecurangan terhadap nasabah dengan dalih tidak mau mengeluarkan asuransi. Dan yang kedua, yang membuat keberatan lagi selama sengketa kepengurusan Asuransi berlangsung pihak ahli waris masih diwajibkan untuk membayar angsuran dan sempat juga dimintai uang sebesar Rp. 1,5 juta oleh kolektor dari pihak ADIRA untuk biaya Blokir.

Yang jadi pertanyaan, kenapa ada biaya blokir ??? sedangkan asuransi saja tidak dapat keluar

dan tentang motto ADIRA care ternyata hanyalah tertulis di produk luar saja, tapi tidak ada bentuk care sama sekali dari ke pihak nasabah. Sudah jelas bahwa nasabah sudah meninggal tetapi klaim tidak bisa keluar, malah berdalih ke pasal agar tidak bisa keluarnya asuransi tersebut. Disini pak FAUZAN selaku ahli waris dari pada nasabah Alm. Ibu Hamnah merasa kecewa terhadap ADIRA. Mendengar pertanyaan tersebut pihak leasing ADIRA akhirnya kebingungan. Dan sampai sekarang pihak ADIRA tidak bisa memberikan keputusan tentang biaya blokir maupun kebijakan dalam masalah Asuransi tersebut. Dari pihak ahli waris bapak FAUZAN sangat benar-benar kecewa terhadap ADIRA dan apabila permasalahan ini tidak ada kepastian maka pihak ahli waris akan melimpahkan masalah ini ke Pengadilan Negeri Surabaya. ADIRA seharusnya lebih profesional dalam menangani masalah klaim asuransi dan bukan malah mempingpong ahli waris dari nasabah dalam hal ini.  (yd/red)

 

Related posts

Leave a Comment