Jendela 

Dulu Sekedar Hobi, Kini Jadi Pekerjaan Utama

 

Gresik  – Tren fashion untuk muslimah saat ini seolah tak pernah ada habisnya. Masyarakat berlomba untuk menciptakan, memproduksi dan menjual apa-apa yang sedang menjadi tren masa kini. Seperti usaha yang sedang digeluti Anik sebagai seorang Woman Entrepreneur. Ia mendirikan toko “Sibam Multi Production” yang berdiri kokoh di  GKB Gresik. Tidak hanya menjual secara eceran dan partai, ia juga mendesain sebagian jilbab dan baju yang ada di tokonya.

 

Pekerjaan yang dulu ia lakukan sebagai hobi, kini menjadi pekerjaan utama bagi perempuan berusia 47 tahun ini. Kini usahanya telah  sukses dan menghasilkan omzet per bulan yang sangat menjanjikan. Merintis usaha sejak tahun 1994, tentu bukan hal yang mudah untuk dijalani. Banyak hambatan dan tantangan yang ia hadapi hingga mampu mencapai kesuksesan seperti saat ini. “Tantangannya itu dari desain jilbabnya sendiri. Kalau kami menjual atau membuat desain jilbab dan baju yang sedang tidak popular, otomatis akan susah laku. Jadi kami harus membuat dan menjual desain jilbab serta baju yang up to date dan sedang diminati masyarakat,”tutur Anik.

 

Masyarakat saat ini cenderung mengikuti tren, tak terkecuali dalam berbusana. Baju yang dibeli tahun lalu bisa jadi tidak akan pernah dipakai lagi ditahun ini, karena dirasa sudah tidak trendy lagi. Apalagi remaja muda yang menjadikan tren berbusana sebagai gaya hidupnya.

 

“Kalau hambatan dari segi persaingan, sebenarnya tidak ada. Karena saya tidak pernah menganggap orang-orang yang bekerja dibidang ini sebagai saingan saya. Tapi saya sering menemui kesulitan ketika harus menjual baju dengan berbagai macam ukuran S, M, L jika ukuran yang M dan L sudah laris terjual, selalu saja yang ukuran S masih tersisa bahkan tidak laku terjual, padahal model dan motifnya sama seperti ukuran yang lain”, Lanjut Anik.

 

Jilbab yang dijual dengan harga mulai dari 10 ribu hingga 75 ribu, dan baju mulai dari 50 ribu hingga 275 ribu semakin laris di pasaran. Harga yang ekonomis dengan kualitas barang yang bagus tentu menjadi pilihan masyarakat. Prinsip Anik, yaitu menekan harga serendah mungkin dan merauk keuntungan setinggi mungkin.

 

“Dulu juga saya sempat menjadi pemasok jilbab di toko-toko, namun sekarang sudah tidak lagi, habisnya rugi biaya transport. Barang sudah siap kirim, ketika akan memasok barang orang yang harusnya ditemui justru tidak ada di toko, akhirnya rugi biaya mondar-mandir ” Jelas Anik, ketika di temui disela-sela kesibukannya melayani para pembeli.

 

Sebanyak dan sesulit apapaun tantangan yang dihadapi, Anik  tetap tegar dan kuat dalam menjalankan usahanya. Karena sifat-sifat itulah yang memang harus dimilki seoarang wirausahawan. Perempuan memiliki kemampuan dan bisa sukses berwirausaha asal jeli melihat peluang dan berani menciptakan trobosan terbaru. Selain itu, ulet dan mau bekerja keras mulai dari titik nol dan terus berkembang dengan omzet yang menjanjikan.

Oleh: Ika Singgah Sari

 

Related posts

Leave a Comment