Jendela 

Reses Anggota DPR RI Komisi VI, Bertepatan HUT Kimia Farma yang Ke 15

SURABAYA – Di awal 2018 ini,  kunjungan Anggota DPR RI Komisi VI Ir, H. Bambang Haryo Soekartono, sekaligus dalam rangka melihat kinerja korporasi BUMN, Anggota DPR RI ini melakukan kunjungan Ke Apotik Kimia Farma jalan Raya Darmo no 224 Surabaya, Kamis (4/01/2018). Pada kunjungan Kali ini, Bambang menghimbau kimia farma yang merupakan, perusahaan industri farmasi terbesar no 3 se-Indonesia agar kimia farma menjadi perusahaan BUMN terbaik yang bergerak di bidang farmasi. “Kali ini, kami kesini dalam rangka Reses Karena melihat BUMN yang sangat strategis yang bisa mengcover kesehatan masyarakat, dimana kimia farma ini telah memberikan pelayanan terbaik dan juga ada penambahan beberapa klinik yang ada di daerah Surabaya dan Madura. 7 klinik yang akan di tambah dan 2 dimodeolisa, yang dimana ijinnya sudah ada semua dan sudah mulai pembangunan.

Yang kita harapkan pelayanan dari kimia farma semakin bagus, terangnya. Dan disini, kimia farma mempunyai target untuk menjadi sebuah perusahaan obat atau farmasi yang terbesar se-Indonesia. Ini adalah bentuk kerja keras yang harus di capai, termasuk juga masalah produktifitas yang harus di tingkatkan menjadi 2,5% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dan ini saya pikir bisa, dengan kondisi masyarakat yang membutuhkan. Permasalahan yang berhubungan dengan kesehatan, Karena dengan berbagai Permasalahan ekonomi yang disini mengalami daya beli yang menurun. Masyarakat Semarang juga mengalami kesulitan masalah ke uangan, secara otomatis mengalami stress, dan inilah yang menimbulkan banyak penyakit, harus cepat di tangani oleh kimia farma.

Apa lagi kimia farma juga menjadi Agen Of Development, yang artinya ikut melayani keperintisan tapi juga menjadi Stabilisation pasar. Yang dimana dari sisi kualitas kimia farma sudah bisa membuktikan naik juga dalam bentuk kuantitas, cukup untuk jumlah obatnya, tapi dari sisi harga sedikit lebih Mahal, Karena kimia farma membayar pajak 10% lebih tinggi dari pada apotik lainnya. Tak hanya itu, menurut Imam Susanto Bosnia Manager Kimia farma menjelaskan, saat ini kimia farma di Surabaya memiliki 42 cabang. Selama 2017, banyak aktifitas yang kita lakukan yaitu ekspansi, dengan membuka cabang – cabang, utamanya meningkatkan bentuk performen kinerja dari perusahaan kimia farma ini.

Selain itu, ada 2 apotik yang akan buka sekaligus pemeriksaan gratis,  antara lain apotik di Benowo dan di daerah Bendul merisi. “Untuk target 2018 kimia farma akan buka 8 cabang lagi, untuk ijin klinik pratama sudah di proses di 7 titip,  klinik pratama ini diperuntukan untuk pelayanan BPJS.  Untuk harga kimia farma memang mahal, dikarenakan sumber obatnya yang kita saat wajib dari distributor resin, Karena kita tidak bermain pada black market,”tegasnya.  Selanjutnya, kimia farma membayar pajak sebesar 10% ini lebih mahal, dari situlah harga kita relatif lebih tinggi.

Dan ini juga sudah kita pikirkan, nanti nya kita memakai strategis pembelian secara terpusat, pada akhirnya kita bisa mendapat harga yang lebih Murah lagi,  dari distributor tersebut.  Untuk saat ini di Surabaya kita masih tumbuh 10%, Kalau dipasar farmasi, secara nasional tumbuh 2%. Kita bersyukur masih Diatas rata – rata, dan tahun ini kita forager untuk mencapai 2,5%, Makanya kita memakai strategi ekspansi pasar. Untuk kisaran nilainya,  kita tembus Rp 153 miliar di 42 cabang. Untuk tahun ini 2018 kita di target di angka 200 miliar, tandasnya. (kkh/red)

 

Related posts

Leave a Comment