OPSI JATIM 

Lurah Desa Wage Didemo Warga

 

SIDOARJO – Pada hari Kamis lalu jam 08.00 s/d 16.00 tempat dan lokasi berkumpul diperempatan Desa Wage menuju Kantor Desa Wage. Alat peralatan panflet, spanduk orasi, pengeras suara dan 1unit mobil dan jumlah peserta lebih dari 400 orang. Warga Wage mendemo Lurah dengan julukan BAHER tersebut dikarenakan bertindak seenaknya sendiri tanpa adanya musyawarah dalam melasanakan pembangunan di desanya. Inilah yang membuat masyarakat emosi dan melaksanakan aksi tersebut. Inilah yang disampaikan saat demo 1.Kepala Desa Wage memperbaiki dan memberi nama lapangan bola “DEWATA” menjadi nama “ALUN-ALUN WAGE” tanpa adanya rembuk desa dan tidak melibatkan (BPD) sama (LPMD) juga Karang Taruna dan tokoh masyarakat. 2. Kepala Desa Wage dalam pelaksanaan pendaftaran sistimatis lengkap (PTSL) Program Prona Agraria Nasional (PRONA) telah melakukan pungutan pada warga yang besarnya berfariatif antara Rp 1.000.000 s/d Rp 15.000.000 (satu juta rupiah sampai dengan lima belas juta rupiah) dengan melibatkan notaris.

  1. Kepala Desa Wage mengeluarkan surat keterangan perihal tanah yang diperuntukan untuk kepentingan makam menjadi perluasan Masjid “SIFA UL KOLBI” dijalan DPU RW O1 Dusun Sri Tanjung yang semula luas : 100 meter persegi menjadi 465 meter persegi tanpa ada musyawarah desa baik tanpa melibatkan (BPD) dan (LPMD) juga tokoh masyarakat.Itulah ketiga aspirasi masyarakat yang bisa memyebabkan demo dan di mediasi oleh Camat, Kapolsek juga Koramil semuanya dari Kecamatan Taman, dan semua aspirasi tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Sidoarjo oleh Camat tersebut, dan sekarang warga Wage telah menunggu hasil keputusan dari Bupati. Ditambah yel yel Lurah Desa Wage harus turun dan apabila keputusan dari Bupati yang disampaikan oleh Camat teryata tidak membuahkan hasil, maka warga Desa Wage akan demo yang lebih besar lagi. (REB)

 

Related posts

Leave a Comment