HUKRIM 

Pandu Jadi Saksi Meringankan di Sidang Salim Himawan Syahputra

SURABAYA – Pandu menjadi saksi yang di hadirkan oleh Chalida. SH. dan Ginanjar. SH., selaku Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Perak,Surabaya. Dalam sidang perkara dugaan penggelapan dan penipuan yang di sangkakan terhadap Salim Himawan Syahputra. Di ruang Garuda II,Pengadilan Negeri, Surabaya, sidang agenda kesaksian yang di gelar pada Senin (6/11/2017), Pandu memberikan sejumlah jawaban dari beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh JPU maupun tim kuasa hukum.
Dalam keterangannya, Pandu mengetahui permasalahan keduanya adalah masalah hutang piutang. Hal yang mendasari saksi, permasalahan keduanya (Salim dan Lanny atau Elizabeth) adalah hutang, terdakwa mantan pimpinan tempatnya bekerja setahun yang lalu, saat saksi sebagai administrasi project namun, dalam perkara ini, Elisabeth sebagai pelapor, terangnya.
“Setahu saksi, Elizabeth adalah karyawan Lanny, karena kantor yang juga di huni saksi bekerja di jalan Manyar Tirtomoyo II no.12, Surabaya, Elizabeth berangkat ke kantor memakai sepeda motor sedangkan, Lany mengendarai mobil”, paparnya. Saksi pun, juga mengatakan, terdakwa pernah meminjam uang Rp.500.000.000 kepada Lany karena saksi pernah mengetahui terdakwa di tagih oleh Lanny. Tidak hanya itu, saksi pernah menyerahkan uang Rp.300.000.000, dalam bentuk giro kepada terdakwa guna di berikan ke Lanny.

Dalam persidangan, saksi menyangkal keterangan Thomas di persidangan sebelumnya. “Tidak benar Yang Mulia, kalau Thomas berada di kantor paska rapat penghitungan pajak”. Melalui dokumen Poto alat berat yang menyertai sebagai bukti-bukti dari JPU oleh saksi di jelaskan, yang mengambil poto alat berat adalah saksi karena saat pengambilan Poto alat berat memakai handphone milik Lanny. Di ujung persidangan, Dedy Fardiman, SH, selaku Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap terdakwa terkait keterangan saksi. Dalam kesempatan tersebut, terdakwa mengakui kebenaran keterangan saksi. (Slamet)

 

Related posts

Leave a Comment