OPSI JATIM 

Kepala UPT Kabupaten Banyuwangi Dinas Pendidikan Provinsi Pimpin Upacara Bendera di SMAN 1 Muncar

BANYUWANGI – Dalam upacara bendera hari senin (30/1017) siswa siswi SMAN 1 Muncar dikejutkan kehadiran Estu Handono yang merupakan kepala UPT Kabupaten Banyuwangi Dinas Pendidikan Provinsi dan tampil sebagai pembina upacara. Dalam penyampaiannya saat memberikan sambutan Estu  menyampaikan kebanggaannya dengan prestasi yang telah dicapai SMAN 1 Muncar terutama grup marcing bandnya yang dinilai sangat bagus dan kompak dalam penampilannya. Estu juga memuji petugas upacara yang bertugas dengan baik terutama komandannya yang bernama Aden Saka Al Basit siswa kelas Xl IPA1 yang menurutnya dilihat dari postur tubuh dan suara lantangnya sudah layak jika masuk mendaftar jadi prajurit militer.

“Saya sangat bangga dengan para siswa yang bertugas dalam upacara kali ini, mereka bertugas dengan disiplin tinggi, Muncar sejak saya masih bersekolah adalah wilayah yang sudah terkenal secara nasional sebagai penghasil ikan selain bagansiapiapi, maka saya berdoa semoga ada pemimpin bangsa yang lahir dari SMAN 1 Muncar ini”, papar Estu.

“Hanya saja besok formasinya yang harus diubah, saya lihat kali ini bapak ibu dewan guru posisinya masih ditempat yang teduh, harusnya juga ikut berpanas panasan agar semua bisa masuk surga bersama sama muridnya”,tambahnya dengan nada bercanda. Sayangnya menurut pantauan awak media kurangnya kedisiplinan masih tampak diperlihatkan oleh beberapa dewan guru yang datang terlambat sedangkan upacara sudah berlangsung.
Para guru yang terlambat itupun terpaksa tidak bisa mengikuti upacara bendera karena harus tertahan didepan pintu gerbang sekolah yang sudah dikunci oleh Isupandi selaku satpam SMAN 1 Muncar. Saat dimintai komentar kepala komite SMAN 1 Muncar yang juga tampak hadir sebagai peserta upacara yang bernama H Suyoto mengatakan jika pihaknya sudah sering menyampaikan masukan serta teguran agar para Dewan Guru bisa lebih disiplin saat masuk mengajar tapi tetap saja banyak yang datangnya terlambat.

“Kita sudah sering memberi masukan dan teguran tapi para guru pengajar disini masih saja banyak yang bandel mas, sampean kan bisa lihat sendiri, padahal upacara kali ini dihadiri oleh kepala UPT Pendidikan provinsi masih saja banyak yang terlambat datang bagaimana jika dihari hari biasanya”, tutur H Suyoto dengan nada kesal. H Suyoto juga mengatakan jika kedisplinan para guru sangat penting karena akan jadi contoh bagi para siswa siswinya, “Kalau gurunya sudah kurang disiplin bagaimana nanti siswa didiknya, apalagi ada pepatah yang mengatakan jika guru kencing berdiri maka muridnya pasti akan kencing berlari”, tambahnya.  (tim)

 

Related posts

Leave a Comment