OPSI JATIM 

Penggunaan Dana Desa di Pasuruan Disorot

PASURUAN – Dalam memastikan transparasi pengunaan dana desa’sehingga bisa di awasi masyarakat. Pemerintah desa di wilayah Kab. Pasuruan di wajibkan memasang baliho pengunaan dana desa baliho tersebut bisa di pasang di kantor desa atau tempat umum lainnya.

Kepala Badan Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kab. Pasuruan Tri Agus Budiharto menuturkan akan terus mendorong guna untuk memastikan informasi pengunaan dana desa tersebut harus terpampang jelas, minimal setiap desa membuat baliho transparan yang di pasang di tempat umum dan bisa langsung di lihat masyarakat seperti di pinggir jalan depan balai desa atau tempat lain, kata Tri Agus Budiharto. Baliho berisi angka angka ini, selain dapat mengontrol transparasi anggaran juga di nilai dapat mempengaruhi semangat dan kepercayaan warga desa, sehingga akan lebih aktif untuk berpartisipasi dalam pembagunan desa.

Jika masih terdapat pemerintah desa yang mengabaikan dan tidak merespon kewajiban ini, Tri Agus Budiharto akan memberikan tindakan tegas berupa sanksi, “Nanti akan di beri somasi atau peringatan tertulis dahulu, kalau masih mengabaikan akan di berikan sanksi atministratif atau sanksi lain sesuai aturan yang ada”, kata Tri Agus Budiharto. Di tegaskan dari 341 desa pencairan dana desa tahap pertama, masih tersisa 8 desa yang masih belum memenuhi persyaratan maupun prosedur sebagaimana sudah di tetapkan. Dinas Pengelolahan Keuangan Daerah (BPKD) Kab. Pasuruan belum cairkan ke 8 desa karena belum memenuhi persyaratan, utama penyusunan Anggaran Belanja Desa (APB-Des). Menyikapi pengelolahan dan pengunaan dana desa yang besar tersebut, kami menegaskan sesuai amanat UU nomer 06 tahun 2014 tentang desa, maka sumber keuangan pemerintahan desa juga mendapatkan dana desa yang nilainya milyaran. Karena itu Pemerintah Desa harus bisa mengunakan sebaik mungkin anggaran tersebut untuk masyarakat desa dan NGO (Non Goverment Organizations) harus memantau pengunaan anggaran dana desa dan selanjutnya tim Opsi Pasuruan tidak segan akan mengadu dan melaporkan ketika ada pejabat desa maupun pejabat lainnya bermain main dengan dana desa.   (indra/hudi)

 

Related posts

Leave a Comment