Siapakah Aktor Dibalik Penggelapan yang di Sangkakan Henry J Gunawan ?

Kesaksian Notaris Caroline dalam Persidangan Kerap Memberi Jawaban Tidak Tahu

SURABAYA – Caroline beserta 2 (dua) staffnya, di hadirkan di persidangan guna memberikan kesaksian dalam perkara, dugaan  penggelapan yang di sangkakan terhadap Henry J Gunawan.

Tiga orang saksi yang di hadirkan, oleh Ali.Prokoso, selaku Jaksa Penuntut Umum, Kejari,Surabaya,yaitu, Caroline selaku, notaris beserta 2 staffnya, Rachmawati dan Martiningsih. Dalam kesaksianya, Caroline, mengawali untuk memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim yang di ketuai Unggul Warso Mukti. SH., berupa, saksi mengenali terdakwa pada tahun 2000. Hal-hal yang di sampaikan Caroline, staff PT.Gala Bumi Perkasa, yang bernama Yuli pernah meminjam SHGB dengan alasan untuk memperpanjang.
Dimana yang di ketahui saksi, Yuli adalah staff PT.Gala Bumi Perkasa memerintahkan Asrori guna mengambil SHGB kepada saksi, selang 6 bulan kemudian saksi menghubungi Yuli tentang SHGB yang dipinjam. “SHGB masih dalam proses “, terang saksi meniru jawaban Yuli. Hingga perkara ini, di naikkan ke meja hijau, dengan dugaan penggelapan yang di sangkakan terhadap Henry J Gunawan atas SHGB dengan objek Rampal,Kab.Malang, di ketahui SHGB telah beralih nama dan di indikasikan, telah di jual oleh PT.Gala Bumi Perkasa ke pihak lain.

Di keterangan yang lain, dalam persidangan, saksi juga pernah membuatkan perjanjian pengalihan kuasa antara pihak 1 (satu) yaitu, PT.Gala Bumi Perkasa dengan pihak ke 2 (dua) yaitu Hermanto yang tertuang dalam surat perjanjian no.5, 6 dan 7. Dalam perjanjian PT.Gala Bumi Perkasa di wakili direktur, Raja Siraid dengan di sertai tanda tangan. Adapun keterangan saksi, lebih banyak menyudutkan terdakwa, telah di sanggah oleh M.Sidik. Lactucosina selaku,Penasihat Hukum terdakwa berupa, dalam Persero terdapat susunan struktural yang tidak di ketahui saksi yakni, terdakwa bukan pemilik atau direksi dari PT. Gala Bumi Perkasa.
Hal lainya, saksi saat menyerahkan SHGB tidak di sertai akta kuasa, padahal saksi selaku notaris. Saksi pun tak kalah sengitnya, untuk menanggapi dengan memberikan  keterangan, saat penyerahan sertifikat ada paraf terdakwa. Ia juga menambahkan, ” terdakwa juga memiliki banyak CV “, terangnya. Henry J Gunawan, melalui penasihat hukumnya, menyayangkan saksi dalam pembuatan  perjanjian peralihan di notaris yang di hadiri para pihak, sang notaris tidak mengetahui persis transaksi pembayaran.

Di samping itu, saksi kerap memberikan jawaban tidak tahu, terkait akte no.5, yang berisi perjanjian pihak Hermanto dengan Raja Siraidj merupakan pinjaman senilai Rp.4 milyard dengan bunga yang berbunga-bunga. Sesi selanjutnya, Rachmawati dan Marti Ningsih, selaku staff Caroline , duduk bersamaan di hadapan Majelis Hakim guna memberikan kesaksiannya.
Dalam kesaksiannya,  mengatakan, surat kuasa pernah di buat karena SHGB akan di pinjam Yuli, saksi juga mengetahui Asrori adalah orang yang di utus Yuli, mengambil SHGB. hingga sekarang, saksi sudah tidak mengetahui lagi di mana keberadaan SHGB tersebut.
Di keteranganya yang lain, saksi juga sempat menghubungi PT.Gala Bumi Perkasa, yang beralamatkan di jalan Putat Jaya, guna menanyakan kejelasan SHGB. Saksi hanya ketahui bahwa Raja Siraidj direktur PT. Gala Bumi Perkasa. Dalam ingatan saksi, Raja Siraidj pernah menanyakan mana yang perlu di paraf serta saksi sempat menyarankan, surat akan di bacakan terlebih dahulu namun di tolak oleh Raja Siraidj dengan kalimat jawaban cukup point-point nya saja yang di baca, tuturnya. “Akte 66 dengan objek Rampal,Kab.Malang, di benarkan saksi telah di jual oleh PT.Gala Bumi Perkasa”. Saksi menambahkan, Raja Siraidj pernah memberikan keterangan, bahwa sudah ada pembayaran, kalau belum ada pembayaran mana berani saya?, ujar saksi menirukan kata Raja Siraidj. Di ujung persidangan, Majelis Hakim memberi kesempatan kepada terdakwa, guna menanggapi keterangan ke dua saksi. Di kesempatan itu, Henry J Gunawan, menyatakan, ” keterangan kedua saksi tidak benar “,  Yang Mulia, ujar terdakwa. Majelis Hakim pun memberi pertanyaan kepada ke dua saksi, apakah kedua saksi tetap pada keterangannya?. Kedua saksi secara bersamaan menjawab tetap pada keterangan. Akankah persidangan lanjutan yang akan di gelar pada Senin (9/10/2017), dengan menghadirkan Raja Siraidj akan mengungkap siapa aktor di balik perkara dugaan penggelapan?.   (Met)

 

Related posts

Leave a Comment