Opini 

Peringati Hari Kemerdekaan RI Ke 72 dengan Upacara dan Tabur Bunga di Makam Bung Tomo

SURABAYA – Seruan Cinta Bangsa Indonesia,  pengakuan sebagai anak negeri dengan slogan-slogan Aku Cinta Indonesia serta seabrek slogan-slogan lainnya, siratkan kesan, bahwa akhir-akhir ini, menjadi trend di semua kalangan baik dari tingkat bawah maupun tingkat atas.Upaya menunjukkan jati diri sebagai generasi bangsa sesungguhnya, sudah di lakukan lima (5) tahun yang lalu oleh warga Medokan Semampir Timur DAM II Surabaya. Moment peringatan hari kemerdekaan adalah bagian rutinitas warga di tiap tahunnya,dengan melakukan malam renungan dan mengheningkan cipta sejenak, yang di lakukan pada Rabu,(16/8/2017) tepat tengah malam. Dari kegiatan tersebut, Wardoyo,SH., selaku…

Read More
Opini 

Tinggal Satu Komunitas Sandur Kalongking yang Masih Bertahan

Oleh: Dr.Indah Khatulistiowati,M.Pd   Artikel – Kagum, haru , sedih dan bercampur dengan prihatin. Begitulah gambaran ungkapan perasaan saya ketika menyaksikan pentas kesenian Sandur Kalongking di kawsan pedesaan daerah Tuban – Jawa Timur belum lama ini. Kagum dengan keindahan dan eksotisme kesenian tradisional yang sarat nuansa mistis dan magis itu..   Sedangkan sedih, haru dan prihatin karena hanya komunitas Sandur Kalongking Ronggo Budoyo pimpinan Bapak Syakrun itulah yang tetap bertahan melestarikan kesenian itu. membayangkan andai komunitas Sandur kalongking ini tidak sanggup bertahan lagi dalam melestarikannya, entah bagaimana kelanjutan nasibnya.  …

Read More
Opini 

DAMAI DALAM PERBEDAAN (STRATEGI MENGUATKAN DAMAI DALAM PERBEDAAN)

Oleh : LOEKISNO CH.W   PENDAHULUAN Membincang kedamaian mensyaratkan adanya kerukunan. Sementara membicarakan kerukunan  berarti membicara persoalan kemajemukkan, identitas, dan toleransi. Kerukunan mengasumsikan adanya  konformitas kemajemukkan. Kemajemukkan atau pluralitas terjadi karena penguatan identitas suatu kelompok dari kelompok lain. Maka  kedamaian dan kerukunan itu secara esensial sesungguhnya lebih terkait pada persoalan kesediaan seseorang memoderasi kekerasan identitas diri menjadi kelenturan sosial sehingga kebekuan egosentral berubah menjadi penjumpaan sosial yang lembut dan meneduhkan. Lantas orang memaknai proses ini sebagai toleransi. Ketiga domain inilah yang memainkan peran sangat penting dalam membentuk kedamaian terutama dalam…

Read More
Opini 

PGRI Layak Jadi Organesasi Profesi

Oleh : Adi Ngadiman,M.M.   Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.   Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi…

Read More
Opini 

Menjadi Asing di Negeri Sendiri: Kekurangmampuan Masyarakat Berbahasa Indonesia

Oleh: Erawati Dwi Lestari   Posisi bangsa Indonesia sebagai bagian dari globalisasi dunia memunculkan berbagai dampak, salah satunya adalah penggunaan bahasa asing yang menjadi kian umum dan masuk ke berbagai sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Gejala ini dapat terlihat dari maraknya penggunaan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari hingga pertemuan resmi. Papan-papan nama di gedung, baliho, serta berbagai kain rentang di ruang publik nyaris tidak menggunakan istilah dalam bahasa Indonesia lagi. Kondisi ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia yang notebene merupakan bahasa resmi berdasarkan amanat Sumpah Pemuda 1928, perlahan mulai kurang dimartabatkan di…

Read More